Apa itu Repatriation Flight ?

Updated: Apr 27


Jakarta, INDOAEROVID.COM - Awalnya, kabar ini kami dapat dari Akun Twitter Indoflyer yang mengunggah video anonimus dengan komentar “baca tweet” pada 4 april 2020.

Kami pun terkejut saat membacanya. Namun, kami langsung melakukan penyelidikan di internet, dan akhirnya menemukan beberapa video mengenai kedatangan wide body ini di youtube.


Salah satu crew kami dalam dinasnya pernah mendarat di Bandara Presidente Nicolao Lobato, beberapa kali. Sehingga ia paham sekali mengenai sempitnya landasan di Dili.


Mendarat di Dili terasa seperti mendarat di Taxiway. Kira – kira dimensi landasannya sepanjang 1850 meter dan lebar 30 meter .


- Gambar01 - Jeppesen chart WPDL (DILI) cycle 21


Coba kita bandingkan dengan Bandara Adi Sucipto yang tergolong pendek dan sempit dengan panjang dan lebar runwaynya 2200 meter x 45 meter.


- Gambar02 - Jeppesen chart WAHH (JOG) cycle 21


Gimana, pendek kan? Ini sama aja kayak landing di taxiway!


oh ya, ngomong ngomong, apa sih Repatriation Flight atau penerbangan repatriasi?

Repatriasi itu artinya mengembalikan orang ke negara asalnya.


Dari Portugal, pesawat berangkat dari Bandara Internasional Lisbon, langsung transit di U-Tapao-Rayong-Pattaya, kru menginap selama 12 jam. Lalu berangkat kembali pagi pagi menuju dili, supaya sesampainya di Dili masih pagi. Sebab di siang hari, suhu mulai panas dan dapat mengurangi performa dari pesawat, apalagi pesawat ini performanya mepet banget dengan landasan yang ada di Dili.


- Gambar03, 5650feet jika di konversikan = 1722 meter


Penerbangan EuroAtlantic YU362 mengangkut 207 Warga portugis serta 4 orang guru dari eropa. Dari Dili pesawat take off jam 9 pagi waktu setempat, hanya mampu membawa separuh dari tangki bahan bakar dengan durasi 4 jam saja. Kemudian pesawat kembali berhenti di U-Tapao–Rayong–Pattaya International Airport untuk mengisi bahan bakar dan catering, kemudian transit lagi di Bandara Tbilisi, Georgia karena kali ini bawa muatan banyak dan tiba di Bandara International Lisbon di Portugal jam 11 malam waktu setempat.


Pesawat ini merupakan pesawat terbesar yang pernah mendarat di Bandara Presidente Nicolao Lobato. Namun jangan salah, YU362 ini bukan yang pertama kali. Pada tahun 2008, EuroAtlantic juga pernah membawa pasukan Portugal dari Lisbon menuju Dili menggunakan boeing 767. Bahkan akun youtube resmi dari EuroAtlantic sudah lebih dahulu memiliki video pendaratan runway 26 di Bandara Presidente Nicolau Lobato.

Tak sangka ya, widebody masuk ke Dili!


Dari penerbangan repatriasi 767 EuroAtlantic ke Dili, kita justru bisa mendapat cerita lain REKOR TAKE OFF Boeing 767 yang tak kalah kerennya!


Demikian Web review indoaerovid kali ini. Jangan lupa klik video di atas, karena kita tidak hanya membahas 767 saja lho....


Stay at home, stay healthy dan saksikan konten kami di youtube untuk menemani keseharian anda selama wfh ini di rumah, bye bye!


INDOAEROVID - ARC

Like dan subscribe channel Youtube kita di

youtube.com/indoaerovid

Cek juga sosial media kita di

Instagram - klik disini

Twitter - klik disini


INDOAEROVID - INDONESIAN AVIATION NEWS AND TALKS

0 views

© 2020

INDOAEROVID MEDIA

Ps: Please kindly to refresh your web if the content not appear