Boeing 747 - Pesawat yang mengubah Qantas selamanya!


Gambar01 - Image copyright of @aussiepomm


Jakarta, INDOAEROVID.COM - Tidak ada pesawat yang dapat menandingi untuk suatu maskapai daripada Boeing 747 dan Qantas. Yup, pesawat itu tidak hanya menghubungkan antarbenua di dunia, tetapi juga kesadaran publik dengan penampilan logo kangguru besar yang terbang. Lalu, bagaimana kisah maskapai Qantas dan Boeing 747?


Apakah krisis ini akan menjadi akhir cerita dari Queen of the Skies?



Qantas memesan Boeing 747 untuk pertama kali pada tahun 1967 dengan maksud untuk menggantikan armada pesawat Boeing 707 yang sudah menua. Meski mengalami keterlambatan dalam pengiriman empat pesawat di tahun 1971, keterlambatan waktu itulah yang selanjutnya memungkinkan maskapai untuk memilih varian Boeing 747 seri 200B.


Gambar02 - photo of 747-400 while taxiing in a tarmac


Pesawat tersebut lebih besar dan gagah dari pesawat Boeing 707, memiliki jelajah terbang yang lebih jauh dan tentunya meningkatkan keuntungan maskapai.


Gambar03 - photo of Boeing 707-138B by Scott Ji


Pada awal mulanya, Qantas mengoperasikan pesawat tersebut untuk penerbangan ke Selandia Baru (NZ) dan ke Los Angeles (LA), yang pada saat itu peraturan untuk terbang antar benua tidak dapat diraih dengan pesawat dua mesin dikarenakan kendala peraturan hukum "ETOPS" dan hanya memungkinkan dengan menggunakan Boeing 747.


Performa jelajah jarak jauh pesawat Boeing 747 cocok untuk maskapai Qantas, yang saat itu membutuhkan pesawat yang kuat untuk menerbangkan kostumernya dari dan menuju benua Australia yang terpencil.


Qantas kemudian menambah armada pesawat dengan dua Boeing 747SP (special performance) dengan jarak jelajah lebih jauh dan pada tahun 1979, seiring pensiunnya pesawat 707, Qantas menjadi maskapai yang mengoperasikan keseluruhan Boeing 747 di dalam armadanya.


Gambar04 - Boeing 747SP-38 copyright of B.S Collection


Di tahun 1974, maskapai tersebut mencetak rekor besar dengan pesawat 747,