Emirates Berencana Pensiunkan 40 Persen Airbus A380

Maskapai Emirates sebagai operator Airbus A380 terbanyak di dunia, sedang mempertimbangkan untuk mempensiunkan 40% Airbus A380. Maskapai yang berbasis di Dubai ini, sudah meng-grounded 115 Super Jumbo Airbus A380 sejak 25 Maret lalu sebagai akibat dari pembatasan perjalanan udara yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.


gambar : emirates.com

Sebanyak 46 Airbus sudah diperuntukan untuk pensiun dini dan tidak akan membawa penumpang lagi. Keputusan tersebut diumumkan kurang dari dua minggu setelah Sir Tim Clark, Presiden dari Maskapai Emirates menyatakan, "A380 sudah selesai". Dalam sebuah wawancara dengan The National, media surat kabar di Dubai, maskapai ini akan menjadi lebih ramping 20 - 30 persen ketika nanti krisis corona virus selesai.


Emirates menjadi salah satu maskapai pertama yang mengoperasikan A380 pada tahun 2008 dan masih ada 8 unit superjumbo yang akan dikirim dari pabrik Airbus di Eropa. Pada tahun lalu, maskapai ini sudah mengumumkan untuk memulai program pensiun A380 setelah Pabrik Airbus menutup proyek A380, akan tetapi rencana yang rahasia tersebut kini mulai berkembang hingga mempercepat proses tersebut.


Pimpinan dan CEO Emirates, Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum mengingatkan pada pekan lalu bahwa pandemi COVID-19 akan berdampak besar bagi kinerja keuangan pada tahun yang akan datang, mengatakan akan "mengambil langkah-langkah manajemen biaya yang agresif dan langkah-langkah lain yang diperlukan untuk menjaga bisnis kita."


"Kami memperkirakan, setidaknya butuh 18 bulan sebelum kebutuhan perjalanan kembali ke sediakala," Sheikh Maktoum menjelaskan situasi.


Setelah delapan minggu grounded dan hanya penerbangan terbatas yang dimulai pada 21 Mei, sebuah sumber mengklaim Emirates juga sedang merencanakan untuk merumahkan sekitar 30 persen pilot dan awak kabinnya. Hingga saat ini, Emirates memang belum melaporkan rencana redundansi seperti maskapai sebangsa UAE, Etihad Airways dan rival regionalnya, Qatar Airways.


Pemangkasan karyawan yang diperkirakan sekitar 7.500 awak kabin, dikabarkan sudah mencapai tahap akhir pengembangan dan didasarkan dalam beberapa faktor. Awak kabin yang akan dirumahkan termasuk:

  • Anggota awak kabin yang berusia diatas 60 tahun

  • Anggota yang memiliki masalah kedisiplinan

  • Yang mudah sakit

  • Yang dengan catatan performa kurang


Saat ini, awak kabin menerima tiga per empat dari gaji mereka dan pilot menerima separuh dari gaji mereka sebagai upaya mengurangi biaya operasi. Kebijakan ini mungkin akan diperpanjang hingga 3 bulan lagi supaya para kru tetap dapat dipekerjakan.



Emirates akan memulai penerbangan penumpang regules berjadwal hanya menuju sembilan destinasi pada 21 Mei, berkembang terus hingga total 150 kota di pertengahan bulan Juli. Semua penerbangan dioperasikan dengan pesawat Boeing 777 dan Sir Tim mengatakan bahwa di pesawat Emirates di masa depan adalah Airbus A350 dan Boeing 787 Dreamliner.


Dikutip dari laman berita : www.paddleyourownkanoo.com


#INDOAEROVID -JOC

7 views
  • YouTube - Black Circle
  • b-facebook
  • Twitter Round
  • Instagram Black Round

© 2020

INDOAEROVID MEDIA

Ps: Please kindly to refresh your web if the content not appear