Pembangunan Runway Bandara Jenderal Sudirman Purbalingga Selesai

Updated: Feb 8


Runway Bandara Jenderal Besar Sudirman(dok AP II)

PT Angkasa Pura II (Persero) menuntaskan pembangunan fasilitas utama sisi udara (airside) Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga. President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan fasilitas utama sisi udara dengan pembangunannya sudah mencapai 100 persen adalah runway, taxiway dan apron. Dengan selesainya pembangunan itu maka Bandara Jenderal Besar Soedirman sudah dilengkapi runway berdimensi 1.600 x 30 meter, apron seluas 69 x 103 meter dan taxiway dengan lebar 15 meter.


Kapasitas sisi udara tersebut dapat digunakan untuk melayani penerbangan pesawat jenis twin propeller seperti ATR 72-600. President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman dilakukan sekitar 2 tahun lalu. “Setelah pembangunan fasilitas utama sisi udara tuntas 100 persen, proses selanjutnya adalah verifikasi yang dilakukan regulator penerbangan sipil yakni Kementerian Perhubungan,” ujar Muhammad Awaluddin dalam keterangannya, Minggu (31/1/2021).


AP II mulai membangun membangun Bandara Jenderal Besar Soedirman sejak 2 tahun lalu dari lahan masih berupa tanah greenfield. Seirimg dengan selesainya pembangunan bandara tersebut, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto bersama jajaran Ditjen Perhubungan Udara melakukan uji terbang (proofing flight). “Pada proofing flight hari ini, pendaratan berjalan lancar dan mulus. Kami akan berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura II untuk melakukan verifikasi,” ujar Novie.


Bandara Jenderal Besar Soedirman akan dibuka dalam rangka pengoperasian minimal, bekerja sama dengan TNI AU Lanud Jenderal Besar Soedirman untuk menggunakan fasilitas TNI AU sebagai fasilitas sisi darat seperti terminal penumpang, bangunan PK-PPK dan sebagainya. Director of Engineering PT Angkasa Pura II Agus Wialdi menuturkan, nantinya AP II juga akan melakukan pembangunan terminal penumpang dengan kapasitas hingga 300.000 penumpang/tahun. "Pada tahap awal, pergerakan penumpang diproyeksikan sekitar 98.000 penumpang/tahun dengan 4.500 pergerakan pesawat.”


Keberadaan Bandara Jenderal Soedirman ini dapat mendukung perekonomian dan aktivitas masyarakat khususnya terkait dengan kebutuhan transportasi udara di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Kebumen, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, serta Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan.

25 views0 comments